Kamis, 02 Agustus 2012

Timbulnya Perpecahan Ummat Islam

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

أَلَا إِنَّ مَنْ قَبْلَكُمْ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ افْتَرَقُوا عَلَى ثِنْتَيْنِ وَسَبْعِينَ مِلَّةً وَإِنَّ هَذِهِ الْمِلَّةَ سَتَفْتَرِقُ عَلَى ثَلَاثٍ وَسَبْعِينَ ثِنْتَانِ وَسَبْعُونَ فِي النَّارِ وَوَاحِدَةٌ فِي الْجَنَّةِ وَهِيَ الْجَمَاعَةُ {رواه أبو داود}

“Ketahuilah, sesungguhnya orang-orang sebelum kamu dari ahli Kitab, mereka bercerai berai atas 72 golongan, dan sesungguhnya millah (ummat Islam) ini akan bercerai-berai menjadi 73 millah; 72 masuk Neraka dan satu dalam Jannah, yakni Al Jama’ah.* “ (H.R. Abu Dawud. Sunan Abu Dawud, Kitabus Sunnah, bab Syarhus Sunnah, juz 4, halaman 198, hadits nomor 4597; Musnad Ahmad, juz 4, halaman 102; Al Hakim, juz 1, halaman 128; Sunan Ad Darimy, Kitab Al Aisir, bab Iftiraq Hadzihil Ummah, juz 2, halaman 241; Al Ajiry dalam Syari’ah, halaman 18; Al Likaiy dalam Syarhus Sunnah, juz 1: 23).

Menurut hadits tersebut -dan sesuai dengan kenyataan pada beberapa abad yang silam, dan akan terus berlangsung hingga masa yang akan datang- kaum muslimin pun tidak terhindar dari persengketaan antara satu dan lainnya, mereka pun bergolong-golong (firqah-firqah) sebagaimana yang dialami kaum ahli Kitab sebelumnya.
Perbedaan nasib ahli Kitab dan ummat Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam dalam sengketa dan pecah belah ialah ahli Kitab terpecah menjadi tujuh puluh dua golongan dan masing-masing golongan tetap berada dalam kebatilan, sedangkan kalangan ummat Islam terpecah menjadi tujuh puluh tiga golongan (aliran paham), tetapi satu di antaranya berdiri di atas haq (teguh dan mengikuti Allah dan Rasul-Nya). Golongan ini adalah Al-Jama’ah sebagaimana dicontohkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.
Masalah firqah ini timbul karena politik, di antaranya adalah masalah kedudukan dan kewibawaan, bukan karena akidah dieniyah.
Ketika Abu Bakar Ash Shidiq diangkat sebagai Khalifah Rasulullah untuk memimpin muslimin pun, ada seorang kaum Anshar yang menentangnya. Orang itu menyatakan bahwa dialah yang lebih berhak menjadi khalifah. Ketika disuruh bai’at, dia melarikan diri, tetapi akhirnya tertangkap dan dihukum oleh kaum muslimin pada waktu itu.
Demikian pula bertempurnya Muawiyyah bin Abi Sufyan dengan Ali bin Abi Thalib dan terjadinya kehebohan pada masa Khalifah Utsman bin Affan –yang ditiup-tiup oleh Yahudi untuk menghancurkan Umat Islam- bukanlah soal dieniyah, tetapi soal politik, kedudukan, kepangkatan, dan kekuasaan.




* Sanad dari hadits ini ialah: Dari Shafwan, ia berkata: “Telah menceritakan kepadaku Azhar bin Abdillah Al Hauzany dari Abi Amir Abdullah bin Luhai’ah dari Muawiyyah bin Abi Sufyan, bahwasanya ia berdiri di hadapan kami lalu berkata: “Ketahuilah, sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah berdiri di hadapan kami, lalu beliau bersabda -sebagaimana hadits tersebut di atas. Al Hakim berkata: “Sanad ini bisa dijadikan hujjah tentang keshahihan hadits ini.” Dan Adz Dzahabi menyepakati hadits ini. Al Hafidz berkata dalam kitabnya Takhrijul Khasyaf halaman 63: “Sanad hadits ini hasan.”
Al Hafidz Ibnu Katsir juga menyebutkan hadits tersebut dalam kitab tafsirnya, juz 1, halaman 390, yang diriwayatkan oleh Ahmad, hanyasanya beliau tidak menjelaskan tentang kedudukan hadits tersebut, tetapi beliau menyebutkan tentang keshahihannya. Beliau berkata: “Hadits ini telah diriwayatkan oleh sanad yang banyak.” Karena itu Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata dalam kitabnya, Al Masail, juz 2, halaman 63: “Hadits ini adalah shahih dan masyhur.” Asy Syatibiy dalam kitabnya, Al I’tishom, juz 3, halaman 36, juga menshahihkannya.
Yang mendlaifkan hadits ini adalah dari Syi’ah, dengan latar belakang kebencian terhadap Muawiyyah yang meriwayatkan hadits ini (Nashiruddin Al bany, Silsilah Al Ahadits Shahihah, Maktabul Islamy, Beirut, cet. Kedua, 1399 H/1979 M, juz 1 halaman 356-358, nomor hadits 203). Penjelasan lebih jauh dapat dilihat pada juz yang sama dan halaman yang sama.
Adapun hadits yang menyebutkan: “Ummatku akan bercerai berai menjadi 70 golongan, semuanya masuk Surga, kecuali satu. Para shahabat bertanya: “Siapakah mereka itu?” Ia berkata: “Az Zanadiqah.” Disebutkan dalam kitab Al Laaly, bahwa hadits dengan lafadz ini tidak ada aslinya (Ismail bin Muhammad, Kasyful Khafa wa Muzilul Ilbas ‘Ammasythahara minal Ahaditsi ‘ala Alsinatinnasi, Darul Ihyait Turatsy Al Araby, Beirut, cetakan ketiga, juz 1, halaman 309).

Hadits sejenisnya menyebutkan:

1. Menceritakan kepadaku Abul Wahab bin Mubarak, ia berkata telah menceritakan kepadaku Ibnu Bakran dari Al Atiqy dari Muhammad bin Marwan Al Quraisyi dari Muhammad bin Ubadah Al Wasithy dari Musa bin Ismail dari Mu’adz bin Yasin Az Ziyati dari Abrad bin Asyrasy dari Yahya bin Sa’id dari Anas bin Malik, ia berkata: “Telah bersabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam: “Ummatku berpecah belah menjadi 70 atau 71 golongan, semuanya masuk Surga, kecuali satu golongan.” Para shahabat bertanya: “Siapakah mereka ya Rasulullah?” Beliau menjawab: “Yaitu orang-orang Zindiq, dan mereka itu adalah orang-orang golongan Qadariyyah.” Telah meriwayatkan hadits ini Ahmad bin Ady Al Hafidz dari haditsnya Musa bin Ismail dari Khalaf bin Yasin dari Al Abrad.

2. Menceritakan kepadaku Abul Wahab bin Mubarak dari Ibnu Bakran dari Al Atiqy dari Yususf bin Dukhaily dari Al Aqily dari Hasan bin Ali bin Khalid Al Laitsy dari Nu’aim bin Hamad dari Yahya bin Yasin Az Ziyati dari Sa’ad bin Sa’id (saudara Yahya bin Sa’ad) dari Anas, ia berkata: “Telah bersabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam: “Ummatku berpecah belah menjadi 73 golongan, semuanya masuk Surga, kecuali satu, yaitu Zindiq.”

3. Menceritakan kepadaku Al Jariri dari Al Isyrary dari Ad Daruquthny dari Abu Bakar Muhammad bin Utsman Ash Shaidalany dari Ahmad bin Dawud As Sijistany dari Utsman bin Affan Al Quraisyi dari Abu Ismail Al Laily Hafsh bin Umar dari Mis’ar dari Sa’ad bin Sa’id, ia berkata: “Saya mendengar Anas bin Malik berkata: “Saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Ummatku berpecah belah menjadi 73 golongan, semuanya masuk Surga, kecuali satu, yaitu Zindiq.” Anas berkata: “Mereka itu adalah Al Qadariyyah.”

Hadits-hadits tersebut di atas tidak benar dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Berkata Ulama Shan’ah: ”Telah membuat hadits ini Al Abrad bin Asyrasy, dan ia adalah pembuat hadits palsu dan pendusta.” Yasin telah mengambil hadits ini, maka dia telah membolak balik sanadnya, dan mengambil Utsman bin Affan. Adapun tentang Al Abrad telah dijelaskan oleh Huzaimah, bahwa dia adalah pendusta dan pembuat hadits palsu. Sedangkan Yasin telah dijelaskan oleh Yahya, bahwa dia bukanlah ahli hadits, dan berkata An Nasa’i, bahwa dia adalah pendusta.”

Adapun tentang Utsman Ash Shaidalany, para ahli hadits bersepakat, bahwa dia adalah pendusta, tidak bisa dipercaya haditsnya. Dan tentang Hafsh bin Umar dikatakan oleh Abu Hatim Ar Razy, bahwa dia adalah pendusta. Kata Al Aqily, dia senantiasa menukil hadits dengan bathil. Hadits-hadits tersebut dengan lafadz seperti itu bukan dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.

Adapun lafadz hadits yang sebenarnya adalah: “... semuanya masuk Neraka, kecuali satu, yaitu Al Jama’ah.” Hadits ini diriwayatkan dari banyak shahabat, diantaranya: Ali bin Abi Thalib, Sa’ad bin Abi Waqash, Ibnu Umar, Abu Darda, Muawiyyah, Ibnu Abbas, Jabir, Abu Hurairah, Abu Umamah, Watsilah, Auf bin Malik, Amr bin Auf Al Muzany (Dinukil dari kitab Al Maudlu’at oleh Abul Faraj, Abdurrahman bin Aly bin Jauzi Al Quraisyi, As Salafiyah, Madinah, cetakan 1, 1386 H/1966 M, juz 1, halaman 268).


Sumber : aljamaah.multiply.com

Islam Non Politik



Sumber Politik

Pemikiran politik berasal dari Yunani purba, yaitu sekitar 500-400 sebelum tarikh masehi. Politik merupakan suatu karya pikir masyarakat Yunani purba dalam usaha mereka untuk menata masyarakatnya. Dari hasil pemikiran itulah, timbul kata-kata polis, politeia, politik**.
Pada saat itu Yunani purba belum mengenal nur kenabian dan kerasulan. Sejarah pun tidak pernah menyebutkan keberadaan seorang Nabi atau Rasul yang mendapat wahyu untuk membimbing umat di negeri itu. Para ahli pikir Yunani purba, yang terkenal sebagai ahli-ahli filsafat, mencari suatu tata tertib untuk mengatur masyarakatnya. Dengan kemampuan otak yang tinggi, mereka memikirkan upaya terbaik untuk menata masyarakatnya. Dari pemikiran itulah lahir filsafat kenegaraan, filsafat kemasyarakatan, filsafat hidup, dan lain-lain. Mereka merenungkan dan memikirkan semua itu.
Di antara ahli pikir (filosof) yang terkenal hingga saat ini adalah Socrates, Plato, dan Aristoteles***.Mereka adalah ahli pikir yang ulung pada masanya. Hingga saat ini, buah pikiran atau filsafat mereka menjiwai dunia barat, pada umumnya, kecuali golongan Atheis (paham tak bertuhan), yang memuja Karl Marx, Engels, Lenin, Stalin, atau Mao Tse Tung.
Dalam masalah politik, dunia Barat selalu kembali pada zaman Yunani purba karena di sanalah pusat untuk menata masyarakat secara politik. Mereka yang berada di dunia Timur pun -yang dikuasai orang-orang Barat- juga mengambil ilmu tersebut. Hal itu bisa dipahami, karena besarnya pengaruh budaya Barat terhadap negeri mereka, sehingga tidaklah heran -di dunia Timur yang kebanyakan merupakan dunia Islam- bila wahyu dianggap sebagai politik Islam.
Di Eropa atau Amerika Serikat, banyak juga filosof tentang politik, misalnya Roosevelt, yang dianggap sebagai tokoh filsafat tentang kenegaraan. Pada masa kejayaan Nazi Jerman, Adolf Hitler juga mempunyai filsafat tentang kenegaraan.

Partai Politik
Apabila hendak meneliti lebih jauh tentang kepartaian, kita dapat membuka kembali sejarahnya. Kepartaian datang dari Inggris, yaitu secara parlementer*. Pada saat itu, raja di Inggris mempunyai kekuasaan mutlak, tidak terbatas. Itulah sebabnya, menurut pandangan masyarakat Inggris perlu diadakan pembatasan untuk mengisi perwakilan rakyat.


Partai Politik Islam

Sebenarnya partai politik Islam juga diambil dari Barat karena dalam Islam tidak dikenal politik. Sebelum menyadari bahwa dalam Islam tidak terdapat politik, dan wahyu itu sebenarnya terpisah dari gagasan manusia, kami berada dalam lingkungan kepartaian. Di Indonesia, partai politik Islam dimulai pada masa penjajahan dan pada masa awal kemerdekaan. Pada saat itu, para ulama tidak menunjukkan bagaimana cara perjuangan secara Islam sehingga kami terus berlarut-larut berada dalam partai politik Islam.
Pada tahun 1930-an, ketika berpropaganda ke mana-mana, kami memiliki semboyan bahwa jika tidak berpolitik, ummat Islam akan menjadi objek politik dari luar Islam. Kalau tidak masuk politik, ummat Islam akan dimakan politik. Inilah salah satu cara kami untuk menarik simpati ummat Islam. Pada waktu itu kami menjadi propagandis dari pengurus Besar Partai Islam Indonesia yang berkedudukan di Yogyakarta, Muhammad Natsir sebagai ketua cabang Bandung dan Isa Anshari sebagai propagandisnya, Prawoto Mangkusasmita sebagai ketua cabang di Jakarta, serta Abdul Gafar Ismail menjadi propagandis bersama kami di Yogyakarta.
Akan tetapi, setelah mendapat pengertian dengan takdir Allah subhanahu wa ta'ala bahwa wahyu Allah adalah murni dari firman Allah dan sabda-sabda Rasul-Nya, kami mendapat satu kesimpulan bahwa wahyu Allah itu nonpolitik.

Politik dalam Praktek

Setiap politik pasti memiliki pamrih dan pasti pula menghendaki sesuatu dari masyarakat yang ada. Dimana saja orang-orang yang berpolitik menyebar, mereka selalu diliputi ambisi yang sifatnya kekuasaan dan dunia semata-mata. Kalaupun kebetulan tidak mempunyai kekuasaan, mereka pasti berkeinginan untuk menggantikan atau menduduki fungsi dari pemerintahan yang ada.
Ini terjadi di mana saja, baik di dunia Barat ataupun Timur. Kekuasaan itulah yang menjadi ciri khas dalam praktik politik dan menjadi titik tujuan orang-orang yang berpolitik.
Dalam praktek politik, tidak pernah ada, misalnya, seorang politikus yang mengatakan bahwa ia menjalankan praktik politik karena Allah semata-mata. Bila ia ditanya “Apakah tujuan saudara berpolitik itu untuk mencari kekuasaan atau tidak? Oh, tidak, saya lillah.” Akan tetapi, dalam prakteknya, jawabannya itu tidak terbukti. Konsekwensi dari ilmu politik yang ada padanya, dia membuat suatu program politik yang dianggap lebih baik dari program politik yang sedang dilaksanakan penguasa pada saat itu.
Oleh karena itu, dapat ditegaskan bahwa setiap unsur politik, baik yang mengaku muslim, nasionalis, atau komunis atau apapun namanya, semuanya bertujuan mencari kekuasaan dan tidak ada yang lillah.




* Para ahli politik berbeda dalam memberikan definisi/batasan politik. Namun sasaran politik itu pada hakekatnya tertumpu pada negara dan kekuasaan. Prof. Mr. Dr. J. Barents alam bukunya, Ilmu Politik: Suatu Perkenalan Lapangan, 1953, halaman 19 (terjemahan LM. Sitorus) mengatakan, “Ilmu politik ialah ilmu yang mempelajari penghidupan negara. Ilmu politik diserahi tugas untuk menyelidiki negara-negara itu, sebagaimana negara-negara itu melakukan tugas-tugasnya. W.A. Robson dalam The University Teaching of Social Sciences, menyebutkan, “Ilmu politik mempelajari kekuasaan dalam masyarakat ...”. Batasan ini sama dengan Deliar Noer dalam Pengantar ke Pemikiran Politik, yang menyebutkan, “Ilmu politik memusatkan perhatian pada masalah kekuasaan dalam kehidupan bersama atau masyarakat.” (Meriam Budiardjo, Dasar-dasar Ilmu Politik, Gramedia Jakarta, 1983, halaman 10).

** Polis = Negara (berasal dari kata Yunani kuno), tetapi negara pada waktu itu masih merupakan kota, negara kota. Plato menamakan bukunya yang mengupas negara, “Politeia”, yang berarti soal-soal kenegaraan, sedang Aristoteles, Politica, yang artinya Ilmu kenegaraan, ilmu tentang polis. Dari situlah asal perkataan politik sekarang ini (Ensiklopedia Umum, Kanasius, 1977, halaman 896).

*** Socrates (469-399 SM), ahli filsafat Yunani purba, bapak ahli filsafat dunia yang mula-mula. Ia tidak meninggalkan sebuah buku karangan apapun dan mengakhiri hidupnya dengan hukuman minum racun, sedangkan riwayat hidupnya ditulis oleh muridnya, Plato.

Plato (427-347 SM) lahir di Athena. Karyanya di bidang politik berjudul “Republik” (mungkin yang paling termasyhur, pengungkapan tentang keadilan dengan gambaran suatu negara yang ideal).

Aristoteles (364-322 SM.), filosof Yunani dan ilmuwan, lahir di Stagira dan sering disebut Stagrite. Ia adalah salah seorang ahli pikir terbesar di sepanjang zaman. Bukunya tentang politik berjudul “Politica”.

Pada zaman Ma’mun Al Rasyid, dinasti Abbasiyyah, karangan Plato dan Aristoteles banyak diterjemahkan ke dalam bahasa Arab, tidak terkecuali mengenai politik (Everymans Encyclopaedia I, halaman 196, 467, XI: 17, X: 63-64; Ensiklopedia Indonesia, W. Van Hoeve, halaman 79, 80, 894, 1026, 1027).

* Asal mula ada kepartaian modern ialah di negeri Inggris pada abad ke-17. Negeri yang sejak fase kapitalisme sudah masak untuk stelsel parlementer (meski parlemen Inggris sebagai perwakilan kasta sudah ada lebih dahulu). Kepartaian modern yang lebih bersifat perorangan timbul dalam revolusi Perancis pada akhir abad ke-19, dan berkembang di negeri-negeri yang struktur ekonomi dan peradaban kotanya mempunyai bakat demokrasi massa (Boumann, Sociologie, Kanisius, 1966, terjemahan Sugito-Sujitno, halaman 66).

Sumber : aljamaah.multiply.com

Apendisitis akut atau Usus Buntu


Usus buntu atau  dalam bahasa latin disebut sebagai Appendix vermiformis. Organ ini ditemukan pada manusia, mamalia, burung, dan beberapa jenis reptil. Pada awalnya Organ ini dianggap sebagai organ tambahan yang tidak mempunyai fungsi, tetapi saat ini diketahui bahwa fungsi apendiks adalah sebagai organ imunologik dan secara aktif berperan dalam sekresi immunoglobulin (suatu kekebalan tubuh) dimana memiliki/berisi kelenjar limfoid. Seperti organ-organ tubuh yang lain, appendiks atau usus buntu ini dapat mengalami kerusakan ataupun ganguan serangan penyakit. Hal ini yang sering kali kita kenal dengan nama Penyakit Radang Usus Buntu (Appendicitis).
Penyebab dan mekanisme terjadinya penyakit
Penyakit radang usus buntu ini umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri, namun faktor pencetusnya ada beberapa kemungkinan yang sampai sekarang belum dapat diketahui secara pasti. Di antaranya faktor penyumbatan (obstruksi) pada lapisan saluran (lumen) appendiks oleh timbunan tinja/feces yang keras (fekalit), hyperplasia (pembesaran) jaringan limfoid, penyakit cacing, parasit, benda asing dalam tubuh, cancer primer dan striktur.
Diantara beberapa faktor diatas, maka yang paling sering ditemukan dan kuat dugaannya sebagai penyabab adalah faktor penyumbatan oleh tinja/feces dan hyperplasia jaringan limfoid. Penyumbatan atau pembesaran inilah yang menjadi media bagi bakteri untuk berkembang biak. Perlu diketahui bahwa dalam tinja/feces manusia sangat mungkin sekali telah tercemari oleh bakteri/kuman Escherichia Coli, inilah yang sering kali mengakibatkan infeksi yang berakibat pada peradangan usus buntu. Makan cabai bersama bijinya atau jambu klutuk beserta bijinya sering kali tak tercerna dalam tinja dan menyelinap kesaluran appendiks sebagai benda asin, Begitu pula terjadinya pengerasan tinja/feces (konstipasi) dalam waktu lama sangat mungkin ada bagiannya yang terselip masuk kesaluran appendiks yang pada akhirnya menjadi media kuman/bakteri bersarang dan berkembang biak sebagai infeksi yang menimbulkan peradangan usus buntu tersebut. Seseorang yang mengalami penyakit cacing (cacingan), apabila cacing yang beternak didalam usus besar lalu tersasar memasuki usus buntu maka dapat menimbulkan penyakit radang usus buntu
  • Peranan Lingkungan: diet dan higiene . Penelitian epidemiologi menunjukkan peran kebiasaan makan makanan rendah serat dan pengaruh konstipasi terhadap timbulnya apendisitis. Konstipasi akan menaikkan tekanan intrasekal yang berakibat sumbatan fungsional apendiks dan meningkatnya pertumbuhan flora normal kolon. Semuanya ini akan mempermudah timbulnya apendisitis Diet memainkan peran utama pada pembentukan sifat feses, yang mana penting pada pembentukan fekalit. Kejadian apendisitis jarang di negara yang sedang berkembang, dimana diet dengan tinggi serat dan konsistensi feses lebih lembek. Kolitis, divertikulitis dan karsinoma kolon adalah penyakit yang sering terjadi di daerah dengan diet rendah serat dan menghasilkan feses dengan konsistensi keras
  • Peranan Obstruksi . Obstruksi lumen merupakan faktor penyebab dominan dalam apendisitis akut. Fekalit merupakan penyebab terjadinya obstruksi lumen apendiks pada  20% anak-anak dengan apendisitis, terjadinya fekalit berhubungan dengan diet rendah serat Frekuensi obstruksi meningkat sesuai dengan derajat proses inflamasi. Fekalit ditemukan 40% pada kasus apendisitis sederhana (simpel), sedangkan pada apendisitis akut dengan gangren tanpa ruptur terdapat 65% dan  apendisitis akut dengan gangren disertai ruptur terdapat 90% . Jaringan limfoid yang terdapat di submukosa apendiks akan mengalami edema dan hipertrofi sebagai respon terhadap infeksi virus di sistem gastrointestinal atau sistem respiratorius, yang akan menyebabkan obstruksi lumen apendiks. Megakolon kongenital terjadi obstruksi pada kolon bagian distal  yang diteruskan ke dalam lumen apendiks dan hal ini merupakan salah satu alasan terjadinya apendisitis pada neonatus. Penyebab lain yang diduga dapat menimbulkan apendisitis adalah erosi mukosa apendiks karena parasit seperti Entamuba hystolityca dan benda asing mungkin tersangkut di apendiks untuk jangka waktu yang lama tanpa menimbulkan gejala, namun cukup untuk menimbulkan risiko terjadinya perforasi. Secara patogenesis faktor terpenting terjadinya apendisitis adalah adanya obstruksi lumen apendiks yang biasanya disebabkan oleh fekalit. Sekresi mukosa yang terkumpul selama adanya obstruksi lumen apendiks menyebabkan distensi lumen akut sehingga akan terjadi kenaikkan tekanan intraluminer dan sebagai akibatnya terjadi obstruksi arterial serta iskemia. Akibat dari keadaan tersebut akan terjadi ulserasi mukosa sampai kerusakan seluruh lapisan dinding apendiks , lebih lanjut akan terjadi perpindahan kuman dari lumen masuk kedalam submukosa. Dengan adanya kuman dalam submukosa maka tubuh akan bereaksi berupa peradangan supurativa yang menghasilkan pus, keluarnya pus dari dinding yang masuk ke dalam lumen apendiks akan mengakibatkan tekanan intraluminer akan semakin meningkat, sehingga desakan pada dinding apendiks akan bertambah besar menyebabkan gangguan pada sistem vasa dinding apendiks Mula-mula akan terjadi penekanan pada vasa limfatika, kemudian vena dan terakhir adalah arteri, akibatnya akan terjadi edema dan iskemia dari apendiks, infark seterusnya melanjut menjadi gangren. Keadaan ini akan terus berlanjut dimana dinding apendiks akan mengalami perforasi, sehingga pus akan tercurah kedalam rongga peritoneum dengan akibat terjadinya peradangan pada peritoneum parietale Hasil akhir dari proses peradangan tersebut sangat tergantung dari kemampuan organ dan omentum untuk mengatasi infeksi tersebut, jika infeksi tersebut tidak bisa diatasi akan terjadi peritonitis umum. Pada anak-anak omentum belum berkembang dengan sempurna, sehingga kurang efektif untuk mengatasi infeksi, hal ini akan mengakibatkan apendiks cepat mengalami komplikasi .
  • Peranan Flora Bakterial . Flora bakteri pada apendiks sama dengan di kolon, dengan ditemukannya beragam bakteri aerobik dan anaerobik sehingga bakteri yang terlibat dalam apendisitis sama dengan penyakit kolon lainnya Penemuan kultur dari cairan peritoneal biasanya negatif pada tahap apendisitis sederhana. Pada tahap apendisitis supurativa, bakteri aerobik terutama Escherichia coli banyak ditemukan, ketika gejala memberat banyak organisme, termasuk Proteus, Klebsiella, Streptococcus dan Pseudomonas dapat ditemukan. Bakteri aerobik yang paling banyak dijumpai adalah E. coli. Sebagian besar penderita apendisitis gangrenosa atau apendisitis perforasi banyak ditemukan bakteri anaerobik terutama Bacteroides fragilis .

Diagnosis klinis

Riwayat penyakit dan pemeriksaan fisik masih merupakan dasar diagnosis  apendisitis akut. Apendisitis akut adalah diagnosis klinis. Penegakkan diagnosis terutama didasarkan pada riwayat penyakit dan pemeriksaan fisik. Pemeriksaan tambahan hanya  dikerjakan bila ada keragu-raguan atau untuk menyingkirkan diagnosis. Kesalahan diagnosis lebih sering terjadi pada perempuan dibanding laki-laki, perempuan dua kali lebih banyak mempunyai apendiks normal daripada laki-laki dalam kasus apendektomi, Primatesta (1994) melaporkan bahwa perempuan tiga kali lebih banyak dibanding laki-laki dalam insidensi kasus apendektomi negatif. Hal ini dapat disadari mengingat perempuan  yang masih sangat muda sering timbul gejala mirip apendisitis akut terutama penyakit ginekologis. Hal-hal penting yang dapat membantu penegakkan diagnosis apendisitis akut adalah bahwa apendisitis biasanya mempunyai perjalanan akut atau cepat. Dalam beberapa jam sudah timbul gejala atau bahkan memburuk oleh karena nyeri, penderita biasanya cenderung mempertahankan posisi untuk tidak bergerak. Penderita tampak apatis dan menahan nyeri. Oleh karena nyeri yang sangat, penderita segera dibawa ke rumah sakit.

Gejala Klinis

Merupakan kasus akut abdomen yang dimulai dengan ketidaknyamanan perut dibagian atas, diikuti dengan mual dan penurunan nafsu makan. Nyeri menetap dan terus menerus, tapi tidak begitu berat dan diikuti dengan kejang ringan didaerah epigastrium, kadang diikuti pula dengan muntah, kemudian beberapa saat nyeri pindah ke abdomen kanan bawah. Nyeri menjadi terlokalisir, yang menyebabkan ketidakenakan waktu bergerak, jalan atau batuk.Penderita kadang juga mengalami konstipasi. Sebaliknya karena ada gangguan fungsi usus bisa mengakibatkan diare, dan hal ini sering dikacaukan dengan gastroenteritis acute. Penderita appendicitis acute biasanya ditemukan ditemukan terbaring di tempat tidur serta memberkan penampilan kesakitan. Mudah tidaknya gerakan penderita untuk menelentangkan diri merupakan tanda ada atau tidaknya rangsang peritoneum ( somatic pain).
Gejala usus buntu bervariasi tergantung stadiumnya;
  1. Penyakit Radang Usus Buntu akut (mendadak).
    Pada kondisi ini gejala yang ditimbulkan tubuh akan panas tinggi, mual-muntah, nyeri perut kanan bawah, buat berjalan jadi sakit sehingga agak terbongkok, namun tidak semua orang akan menunjukkan gejala seperti ini, bisa juga hanya bersifat meriang, atau mual-muntah saja.
  2. Penyakit Radang Usus Buntu kronik.
    Pada stadium ini gejala yang timbul sedikit mirip dengan sakit maag dimana terjadi nyeri samar (tumpul) di daerah sekitar pusar dan terkadang demam yang hilang timbul. Seringkali disertai dengan rasa mual, bahkan kadang muntah, kemudian nyeri itu akan berpindah ke perut kanan bawah dengan tanda-tanda yang khas pada apendisitis akut yaitu nyeri pd titik Mc Burney (istilah kesehatannya).
Penyebaran rasa nyeri akan bergantung pada arah posisi/letak usus buntu itu sendiri terhadap usus besar, Apabila ujung usus buntu menyentuh saluran kencing ureter, nyerinya akan sama dengan sensasi nyeri kolik saluran kemih, dan mungkin ada gangguan berkemih. Bila posisi usus buntunya ke belakang, rasa nyeri muncul pada pemeriksaan tusuk dubur atau tusuk vagina. Pada posisi usus buntu yang lain, rasa nyeri mungkin tidak spesifik begitu.
Pemeriksaan pada abdomen kanan bawah, menghasilkan nyeri terutama bila penderita disuruh batuk.. Pada palpasi dengan satu jari di regio kanan bawah ini, akan teraba defans musculer ringan . Tujuan palpasi adalah untuk menentukan apakah penderita sudah mengalami iritasi peritoneum atau belum. Pada pemeriksaan auskultasi, peristaltik usus masih dalam batas normal, atau kadang sedikit menurun. Suhu tubuh sedikit naik, kira-kira 7,8 der.C, pada kasus appendix yang belum mengalami komplikasi. Nyeri di epigastrium kadang merupakan awal dari appendicitis yang letaknya retrocaecal/ retroileal Untuk appendix yang terletak retrocaecal tersebut, kadang lokasi nyeri sulit ditentukan bahkan tak ada nyeri di abdomen kanan bawah. Karena letak appendix yang dekat dengan uretra pada lokasi retrocaecal ini, sehingga menyebabkan frekuensi urinasi bertambah dan bahkan hematuria. Sedang pada appendix yang letaknya pelvical, kadang menimbulkan gejala seperti gastroenteritis acut .
Gejala klinisnya untuk appendicitis acute yang telah mengalami komplikasi, misal perforasi, peritonitis dan infiltrat atau abses, seperti dibawah ini
  • Perforasi :  Terjadi pada 20% penderita terutama usia lanjut. Rasa nyeri bertambah dasyat dan mulai dirasa menyebar, demam tinggi (rata-rata 38,3 der. C). Jumlah lekosit yang meninggi merupakan tanda khas kemungkinan sudah terjadi perforasi.
  • Peritonitis :  Peritonitis lokal merupakan akibat dari mikroperforasi dari appendicitis yang telah mengalami gangrene. Sedangkan peritonitis umum adalah merupakan tindak lanjut daripada peritonitis lokal tersebut. Bertambahnya rasa nyeri, defans musculer yang meluas, distensi abdomen, bahkan ileus paralitik, merupakan gejala-gejala peritonitis umum. Bila demam makin tinggi dan timbul gejala-gejala sepsis, menunjukkan peritonitis yang makin berat.
  • Abses / infiltrat : Merupakan akibat lain dari perforasi. Teraba masa lunak di abdomen kanan bawah. Seperti tersebut diatas karena perforasi terjadilah “walling off” (pembentukan dinding) oleh omentum atau viscera lainnya, sehingga terabalah , Massa (infiltrat) di regio abdomen kanan bawah tersebut. Masa mula-mula bisa berupa plegmon, kemudian berkembang menjadi rongga yang berisi pus. Dengan USG bisa dideteksi adanya bentukan abses ini. Untuk massa atau infiltrat ini, beberapa ahli menganjurkan anti biotika dulu, setelah 6 minggu kemudian dilakukan appendektomi. Hal ini untuk menghindari penyebaran infeksi

Penatalaksanaan

Bila diagnosis sudah pasti, maka penatalaksanaan standar untuk penyakit radang usus buntu (appendicitis) adalah operasi. Pada kondisi dini apabila sudah dapat langsung terdiagnosa kemungkinan pemberian obat antibiotika dapat saja dilakukan, namun demikian tingkat kekambuhannya mencapai 35%.
Pembedahan dapat dilakukan secara terbuka atau semi-tertutup (laparoskopi). Setelah dilakukan pembedahan, harus diberikan antibiotika selama 7 – 10 hari. Selanjutnya adalah perawatan luka operasi yang harus terhindar dari kemungkinan infeksi sekunder dari alat yang terkontaminasi dll.
  • Appendiktomi
  • Cito  : akut, abses & perforasi
  • Elektif  : kronik
  • Bila diagnosis klinis sudah jelas maka tindakan paling tepat adalah apendektomi dan merupakan satu-satunya pilihan yang terbaik. Penundaan apendektomi sambil memberikan antibiotik dapat mengakibatkan abses atau perforasi. Insidensi apendiks normal yang dilakukan pembedahan sekitar 20%.
  • Pada apendisitis akut tanpa komplikasi tidak banyak masalah.Konservatif kemudian operasi elektif (Infiltrat), Bed rest total posisi Fowler (anti Trandelenburg), Diet rendah serat
  • Antibiotika spektrum luas
  • Metronidazol
  • Monitor :  Infiltrat, tanda – tanda peritonitis(perforasi), suhu tiap 6 jam, LED, AL bila baik disuruh mobilisasi dan selanjutnya dipulangkan.
Penderita anak perlu cairan intravena untuk  mengoreksi dehidrasi ringan. Pipa nasogastrik dipasang untuk mengosongkan lambung dan untuk mengurangi bahaya muntah pada waktu induksi anestesi. Pada apendisitis akut dengan komplikasi berupa peritonitis karena perforasi menuntut tindakan yang lebih intensif, karena biasanya keadaan anak sudah sakit berat. Timbul dehidrasi yang terjadi karena muntah, sekuestrasi cairan dalam rongga abdomen dan febris. Anak memerlukan perawatan intensif sekurang-kurangnya 4-6 jam sebelum dilakukan pembedahan. Pipa nasogastrik dipasang untuk mengosongkan lambung agar mengurangi distensi abdomen dan mencegah muntah. Kalau anak dalam keadaan syok hipovolemik maka diberikan cairan ringer laktat 20 ml/kgBB dalam larutan glukosa 5% secara intravena, kemudian diikuti dengan pemberian plasma atau darah sesuai indikasi. Setelah pemberian cairan intravena sebaiknya dievaluasi kembali kebutuhan dan kekurangan cairan. Sebelum pembedahan, anak harus memiliki urin output sebanyak 1 ml/kgBB/jam. Untuk menurunkan demam diberikan acetaminophen suppositoria (60mg/tahun umur). Jika suhu di atas 380C pada saat masuk rumah sakit, kompres alkohol dan sedasi diindikasikan untuk mengontrol demam.
Antibiotika sebelum pembedahan diberikan pada semua anak dengan apendisitis, antibiotika profilaksis mengurangi insidensi komplikasi infeksi apendisitis. Pemberian antibiotika dihentikan setelah 24 jam selesai pembedahan. Antibiotika berspektrum luas diberikan secepatnya sebelum ada biakan kuman. Pemberian antibiotika untuk infeksi anaerob sangat berguna untuk kasus-kasus perforasi apendisitis . Antibiotika diberikan selama 5 hari setelah pembedahan atau melihat kondisi klinis penderita. Kombinasi antibiotika yang efektif melawan bakteri aerob dan anaerob spektrum luas diberikan sebelum dan sesudah pembedahan. Kombinasi ampisilin (100mg/kg), gentamisin (7,5mg/kg) dan klindamisin (40mg/kg) dalam dosis terbagi selama 24 jam cukup efektif untuk mengontrol sepsis dan menghilangkan komplikasi apendisitis perforasi.  Metronidasol aktif terhadap bakteri gram negatif dan didistribusikan dengan baik ke cairan tubuh dan jaringan. Obat ini lebih murah dan dapat dijadikan pengganti klindamisin
Pembedahannya adalah dengan apendektomi, yang dapat dicapai melalui insisi Mc Burney (Raffensperger, 1990; Cloud, 1993). Tindakan pembedahan pada kasus apendisitis akut dengan penyulit peritonitis berupa apendektomi yang dicapai melalui laparotomi
koran indonesia sehat
http://koranindonesia sehat>wordpress.com

Sabtu, 28 Juli 2012

Dukung Ramadhan dengan Kurma; Obat dan Gizi Berkhasiat Tinggi



Kurang afdhal rasanya bila buka puasa Ramadhan tanpa dilengkapi dengan kurma. Buah merah kehitaman dengan bentuknya sederhana tapi rasanya manis khas ini sangat populer di bulan suci Ramadhan. Tak heran sebab Rasulullah memang menganjurkannya. “Jika salah seorang kalian berbuka puasa hendaklah ia berbuka dengan kurma karena di dalamnya terdapat berkah. Jika ia tidak menemukannya hendaklah ia berbuka dengan air,” (HR. Tirmidzi)

Tapi pernakah kita meneliti kaitan puasa dengan anjuran nabi untuk mengawali berbuka dengan kurma secara medis? Sudah banyak penelitian ilmiah dan medis terkait dengan kurma.



“Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman; zaitun, korma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan.” (An-Nahl: 11)

Pada saat puasa, kadar konsentrasi glukosa dan insulin dalam darah di hati menurun. Terutama di akhir puasa tingkat penyerapan terhadap zat makanan meningkat. Pada saat glukosa berkurang, fisik mengambil energi dari zat asam di otak dan yang diproduksi di hati. Karenanya, dalam kondisi seperti ini, konsumsi terhadap glukosa secara cepat sangat dibutuhkan oleh tubuh karena akan meningkatkan konsentrasi glukosa ke urat darah di hati. Kemudian ia masuk ke sel hati, sel otak, sel darah, syaraf, urat, dan organ lainnya. Dari sanalah kemudian menghasilkan energi kembali.

Setelah melalui penelitian di laboratorium, kurma adalah makanan yang paling kaya dengan kadar glukosanya. Kadar gulanya hingga antara 75 – 87 persen dan 55 persen adalah glukosa dan 45 persen kandungan fructose, protein,  minyak, vitamin terutama A, B2, B12 dan, kandungan logam seperti kalsium, fosfor, prostasium, belerang, yodium, magnesium, seng, florin, zat anti oksidan. Kurma juga mengandung forkoz yang berubah cepat menjadi glukosa dan menyerap ke seluruh tubuh dari pencernaan. Sehingga kondisi tubuh yang lapar dan dahaga secara cepat mengembalikan energinya. Terutama sel-sel otak, syaraf, sel darah merah dan tulang.

Froktoz memiliki pengaruh mengaktifkan usus. Demikian halnya dengan posfor sangat penting dalam memberikan asupan gizi kepada ruang-ruang otak yang kemudian menciptakan energi dan mengarahkannya kepada seluruh sel di tubuh.

Disamping itu kandungan vitamin, logam dan fiber dalam kurma memiliki peran penting bagi syaraf, memproduksi enzim, menyeimbangkan urat dan kadar asam dalam tubuh, melenturkan aktifitas usus mencerna makanan.

Dalam kurma basah ruthab atau balh terkandung hormone petosin. Di antara kekhususan hormone ini adalah memompa selaput darah di rahim. Sehingga bisa membantu mencegah perdarahan di rahim ketika melahirkan. Karena Allah berfirman,

“Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu. Maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu. jika kamu melihat seorang manusia, Maka Katakanlah: “Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan yang Maha pemurah, Maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusiapun pada hari ini”. (Maryam: 25-26)

Rasulullah saw, bersabda,”Barangsiapa yang di pagi hari memakan kurma tujuh biji maka di hari itu ia tidak dimadlaratkan oleh racun dan sihir,” (HR. Bukhari)

Kurma Makanan Bayi Sehat

Islam jauh-jauh mencanangkan kesehatan anak dan ibu dalam setiap fasenya, sebelum Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) milik PBB dan organisasi kesehatan lainnya mencanangkannya. Islam mulai memperhatikan kesehatan anak dan ibu sejak melahirkan, bahkan sejak orang berfikir ingin mencari pasangan. Di antara wujud perhatian itu adalah penyuapan kurma untuk bayi.

Abu Musa Al-Asyari berkata,”Seorang bayi lahir dari istriku. Maka aku mendatangi Nabi Muhammad saw. Beliau kemudian memberinya nama Ibrahim dan disuapinya dengan satu biji kurma,” Bukhari menambahkan dalam riwayatnya,”Rasulullah saw, berdoa keberkahan untumnya dan diberikan bayi itu kepadaku,” (HR. Bukhari Muslim).

Dalam penelitian medis, kadar gula “glukosa” dalam darah bayi yang baru lahir sangat rendah. Semakin rendah berat badannya, semakin rendah kadar glukosanya. Bayi dengan berat badan kurang normal di atas 5,2 kg memiliki kadar darah 20 – 30 mg setiap 100 mm darah. Jika ini terjadi maka akan menyebabkan bayi menolak asi, otot yang lemah, pernafasan yang tersendat-sendat, kulit membiru, sesak nafas. Fenomena ini akan menyebabkan pertumbuhan lambat, idiot, lumpuh otak, kebutaan atau ketulian.

Jika gejala-gejala ini tidak diatasi maka akan berakhir dengan kematian bayi. Padahal tindakan mengatasinya sangat mudah yakni dengan memberikan asupan cukup glukosa yang dilarutkan dalam air atau dikunyah dalam mulut.

Ini hikmah Rasulullah menyuapi kurma yang usai dikunyahnya. Kurma yang dikunyah dengan kandungan glukosa dan enzim ludah beliau berubah menjadi sukrosa sehingga mudah menyerap dalam tubuh bayi. Secara otomatis asupan glukosa ini akan memberikan daya tahan kepada bayi dari penyakit yang mengancamnya.

Pohon kurma dikenal dengan pohon kehidupan dan pohon paling tua di dunia. Ada yang mengatakan, pohon ini pertama kali tumbuh di kota Babilonia di Irak atau Arab Saudi atau Bahrain. Pohon kurma di dunia berjumlah sekitar 105 juta di atas lahan 800.000 hektar, 65 juta pohon ada di wilayah Arab. Pohon kurma mampu tumbuh dengan usia 150 tahun dengan pertumbuhan  yang sangat lambat. Sehingga di usia lima tahun baru bisa berbuah. Pohon kurma mampu bertahan hidup di tanah yang kadar airnya kurang.  Kurma memiliki jenis ruthab (kurma basah), tamr (kurma kering yang sudah merah kehitaman.

Negara-negara Timur Tengah dan Afrika Selatan mengadalkan perekonomiannya dari produksi kurma. Tapi di Afrika Utara dan Timur, Amerika Selatan dan Tengah, Spanyol, Italia, dan Eropa Selatan juga menghasilkan kurma.

Kurma merupakan makanan populer. Kurma bisa bertahan dalam waktu lama tanpa bahan pengawet, rasanya lezat, bergizi tinggi dan harganya murah.

Obat Kurma

Setelah diteliti, kurma memiliki sejumlah khasiat mengatasi berbagai keluhan penyakit. Di antaranya; diet alami sebab kadar kolestrolnya sangat rendah, menaikkan kadar trombosit dalam darah, mengandung zat magnesium anti kanker, melancarkan kencing. Kandungan fosfor dan kalsiumnya dalam kurma menguatkan tulang, gigi dan seksual. Kandungan vitamin kurma menguatkan pandangan, menjaga kelembaban mata dan anti rabun malam, menguatkan saraf pendengaran. Kandungan vitamin A dan B1 dalam kurma mampu menenangkan syaraf, vitamin B nya juga mengobati hati bibir pecah, kulit kering, kulit pecah. Kandungan vitamin B1 dan B2 dalam kurma menyembuhkan penyakit kandung kemih, kista, penyakit percernaan dan usus.

WASPADA !!! Ada Telur Palsu!


Ada berita miring yang datang dari negri tirai bambu. Negara yang biasanya terkenal akan pembajakan barang elektronik itu kini membajak sesuatu yang lebih ‘unik’. Yap, sesuai judul, China kini membuat telur ayam palsu.

Palsu gimanaaa? Mungkin foodlovers bertanya-tanya nih gimana caranya sampe telur ayam bisa dibuat palsu?
Karena peningkatan tajam harga-harga makanan di China, kini banyak beredar telur-telur buatan di Kota Zhengzhou, Provinsi Henanyang. Dibuat hanya dari bahan kimia tanpa bahan alami, ya benar: BAHAN KIMIA. Seorang narasumber menjelaskan bagaimana telur-telur tiruan itu dibuat:

Bagian Putih telur palsu dibuat dengan melarutkan sodium alginate dalam air. Larutan tersebut akan terlihat seperti cairan bening yang kental dan sulit membedakannya dengan putih telur yang sebenarnya.

Sedangkan untuk bagian kuning telur-nya dibuat dengan menyekop suatu cairan dengan pigmen kuning dan memadatkan serokan cairan tersebut ke dalam larutan kalsium klorida. Akhirnya, ‘putih telur’ dan ‘kuning telur’ dibungkus ke dalam ‘kulit telur’ yang dibuat dari kalsium karbonat.

Jika ditambahkan tepung kanji atau bubuk kuning telur pada ‘kuning telur’ tersebut, tekstur dari sebuah telur buatan setelah dimasak hamper identik dengan telur yang sebenarnya.

Pelaku hanya menghabiskan 0,55 yuan (0,07 dolar AS) untuk membuat lebih dari 2 butir telur, kurang dari sepersepuluh harga telur yang sebenarnya di pasaran (0,8 dolar AS).

Bahan utama dalam telur-telur buatan tersebut adalah bahan tambahan makanan, getah damar, kanji, pengeras, dan pigmen-pigmen. Konsumsi yang berlebihan atas bahan-bahan tersebut akan merusak perut dan menyebabkan gejala-gejala seperti kehilangan ingatan dan keterlambatan mental, dll.

Tapi tenang, Ada cara untuk mengenali telur imitasi:

1. Dari warna. Permukaan kulit telur imitasi lebih terang, tetapi tidak terlalu mencolok;

2. Dari suaranya. Telur imitasi dikocok-kocok akan terdengar suara, ini dikarenakan cairan yang meleleh keluar dari bahan zat pengental;

3. Dari aromanya. Telur asli tercium bau agak amis sedikit, sedangkan telur imitasi kemungkinan tercium bau bahan kimia;

4. Telur imitasi tak lama setelah dipecah, maka telur kuning dan putihnya langsung tercampur. Ini disebabkan karena mereka terbuat dari bahan yang sama;

5. Sewaktu membuat telur matasapi, putih dan kuning telurnya di dalam wajan terlihat menguning.


Dari kejadian ini kita harus lebih berhati-hati dalam memilih makanan

FOTO DUSTA TENTANG PEMBANTAIAN BURMA



Ditengah-tengah kesedihan karena kabar saudara-saudara kita dibantai di Myanmar, ternyata ada saja personal-personal yang tidak bertanggung jawab merekayasa beberapa foto yang sebenarnya bukan foto pembantaian kaum muslim di sana namun di klaim bahwa itu adalah foto kaum muslim yang dibantai. Dan parahnya beberapa aktivis dakwah melalui akun-akun facebooknya pun langsung percaya dan disebarkan.

Sumber foto aslinya :


Aktivis di tibet berdemo sambil membakar diri.
http://www.ibtimes.com/articles/320319/20120327/tibetan-activist-fire-protest-chinese-president-photos.htm

Gempa di Tibet Menelan Banyak Korban.
http://www.tibettimes.net/blogs.php?id=132&post_id=8762

Sungguh ini adalah perkara yang tidak ahsan, tidak cerdas, dan mengundang fitnah. Padahal Allah SWT dalam berfirman demikian :

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُونُوا۟ قَوَّٰمِينَ لِلَّهِ شُهَدَآءَ بِٱلْقِسْطِ ۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَـَٔانُ قَوْمٍ عَلَىٰٓ أَلَّا تَعْدِلُوا۟ ۚ ٱعْدِلُوا۟ هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ ۖ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرٌۢ بِمَا تَعْمَلُونَ

Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. ~Qs.Al-Maaidah~Ayat:8

Wahai ikhwan wa akhwat, ketahuilah sebejat apapun hal-hal yang dikatakan oleh kaum kufar, kita tetaplah harus menunjukkan dan menceritakan berita sesuai keadaan faktanya, dan janganlah mengada-adakan cerita yang membuat kaum lain malah meragukan kejujuran kita.

Terkait di dzaliminya & dibantainya saudara-saudara kita di Myanmar.
Semoga Allah segera memberi pertolongannya kepada kaum muslim di Myanmar, di Palestina, di Suriah, dan di seluruh dunia.

Membaca Al Qur'an...



Sudah sepuh, kurang awas.
Tapi tetap gigih membaca Al-Qur'an.
Bagaimana dengan kita yang masih muda dan awas ?!

Masya Allah......
Satu hurufnya diganjar dengan 1 kebaikan dan dilipatkan menjadi 10 kebaikan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Siapa yang membaca satu huruf dari Al Quran maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan الم satu huruf, akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf”.(HR. Tirmidzi)

Dan hadits ini sangat menunjukan dengan jelas, bahwa muslim siapapun yang membaca Al-Quran baik paham atau tidak paham, maka dia akan mendapatkan ganjaran pahala sebagaimana yang dijanjikan.

Membaca Al Quran akan mendatangkan syafa’at

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Bacalah Al Quran karena sesungguhnya dia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafa’at kepada orang yang membacanya”. (HR. Muslim)